Oleh Penulis di Wikipedia: PPS Merpati Putih, Bela Diri Tradisional Keraton Menyebar ke Mancanegara

PPS betako merpati putih header

Tulisan kali ini dirilis oleh Yudiweb (admin sendiri) sebagai penulis pertama dan perdana (author) tentang Merpati Putih di Wikipedia Indonesia sejak pertama kali diketik lalu dirilis pada 3 Maret 2006, pukul 14.02‎PM. Namun beberapa gambar pada waktu itu ternyata “dicopot” dengan alasan hak cipta yang padahal termasuk kategori “yang boleh dikopi”. Atau mungkin juga ada tangan jahil dari perguruan lain, entahlah.

Ditambah banyaknya tulisan-tulisan “asing” yang telah mengubah, menambah atau mengurangi, membuat tulisan di wikipedia menjadi berbeda. Bahkan kenetralan sebagian atau keseluruhan artikel di wikipedia itu dipertentangkan. Namun beberapa pengubah ada yang memang benar informasinya dan tak berupa tulisan naratif belaka.

Oleh karenanya, saya sebagai penulis pertama (author) tentang Merpati Putih di Wikipedia Indonesia sejak pertama ditulis pada 3 Maret 2006 lalu, membuat artikelnya di blog mungkil ini, agar tak ada lagi yang dapat mengubahnya, wek! Selamat membaca, salam perguruan.

Mengenal Lebih Dekat dengan PPS Merpati Putih

Salah satu perguruan pencak silat yang masih eksis hingga saat ini adalah Merpati Putih (MP). Merpati Putih (MP) merupakan salah satu Perguruan Pencak Silat Bela Diri Tangan Kosong (PPS Betako) dan salah satu aset budaya bangsa.

Dari berbagai literatur, aliran bela diri ini terbentuk sekitar tahun 1550-an dan hingga kini terus berkembang pesat dan perlu dilestarikan serta dikembangkan selaras dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi dewasa ini.

Saat ini MP merupakan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) serta Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT yang dalam bahas Inggris sebagai International Pencak Silat Federation (IPSF).

PPS betako merpati putih 02

PPS Betako Merpati Putih adalah salah satu warisan ilmu beladiri karya nenek moyang Indonesia asli, dan bertujuan menempa kepribadian anggota-anggotanya agar berwatak dan berkepribadian luhur, berbudi, kuat, harmonis, dinamis serta patriotis, sesuai filsafat Indonesia, yaitu Pancasila.

Seni beladiri adalah seperti pisau bermata dua, dapat digunakan untuk menolong maupun melukai. Untuk itulah suatu seni beladiri harus memiliki dasar-dasar filosofi yang kuat di dalam pengajarannya, agar tidak salah dan tidak disalahgunakan. Pada akhirnya, apapun yang dicapai oleh praktisi beladiri akan mengarah pada aspek vertikal terhadap Tuhan Sang Maha Pencipta.

Merpati Putih sendiri adalah suatu singkatan atau akronim dalam bahasa Jawa, yaitu:

“Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening”

Yang dalam bahasa Indonesia berarti:

“Mencari sampai mendapat Kebenaran dengan Ketenangan”

Atau dalam bahasa Inggris:

“To Seek and to Find that which Right, doing in Silent”

Diharapkan seorang anggota Merpati Putih akan menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakannya. Merpati putih pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun-temurun yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.

merpati-putih-bela-diri-keraton

PPS Merpati Putih Tak Langsung Masuk IPSI Kerena Dinilai Berbahaya

Pencak Silat Merpati Putih pada awalnya diperkenalkan tidak masuk ke dalam keanggotaan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yang merupakan cabang olahraga Pencak Silat yang dipertandingkan di depan umun dan merupakan pencak silat dari jenis karir olahraga.

Mengapa pada awalnya Merpati Putih tidak masuk ke IPSI? Hal itu dikarenakan pencak silat ini termasuk ilmu beladiri yang sangat berbahaya. Merpati Putih adalah pencak silat satu-satunya, mungkin di dunia, yang memiliki panyerangan agresif yang sangat mematikan.

Hal ini dibuktikan melalui gerakan serangnya. Pada pencak silat ini hanya dalam 1 gerakan saja dapat menyerang lawan sebanyak 2 kali, karena dalam pencak silat ini terdapat duo atau double penyerangan.

Misalkan, hanya dalam satu langkah/gerakan bisa langsung melakukan pukulan dan tebasan, atau hanya dalam satu langkah/gerakan bisa langsung melakukan sodokan dan keprukan.

Juga dapat melakukan “serang-tangkis” hanya dalam satu langkah/gerakan. Misalnya hanya dalam satu langkah/gerakan bisa langsung melakukan pukulan dan tangkisan, atau hanya dalam satu langkah/gerakan bisa langsung melakukan seodokan dan tepakan bawah.

Begitu mematikan dan begitu praktisnya gerakan MP dalam hal “double penyerangan” dalam satu langkah saja, maka pada awalnya mambuat Pencak Silat ini tidak langsung dapat masuk IPSI sebagai Ikatan Pencak Silat untuk olahraga.

Sejarah PPS Merpati Putih

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2c/Diponegoro.jpg/451px-Diponegoro.jpg

Pangeran Dipanegara, juga sering dieja Diponegoro (lahir di Yogyakarta, 11 November 1785 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa (1825-1830) melawan pemerintah Hindia-Belanda. Perang tersebut tercatat sebagai perang dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia.

Merpati Putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun-temurun.

Pada masa itu, ilmu silat cikal bakal Merpati Putih ini hanya diperkenankan untuk digunakan hanya sebatas orang keraton saja.

Bahkan abdi dalem keraton pun tak boleh menggunakannya, mereka hanya diberikan ilmu-ilmu silat ini hanya setara bela diri dan taktik penyerangan saja.

Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I).

Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri.

Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih.

Seni beladiri ini mempunyai dua saudara lainnya, yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra.

Hingga kini, kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini ditiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali. Setelah peradaban dan zaman terus berganti, akhirnya atas wasiat Sang Guru, ilmu Merpati Putih mulai diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.

Pada awalnya disebarkan, ilmu beladiri Pencak Silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus ditiap kesatuan ABRI dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan (Paspampres). Akhirnya ilmu warisan leluhur ini mulai diperkenalkan ke khalayak umum.

mas-poeng

Almarhum, Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng)

PPS Merpati Putih didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993) yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih dua setengah juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

Sang Guru Merpati Putih adalah Bapak Saring Hadi Poernomo, sedangkan pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke sebelas (Grat XI).

PPS Betako Merpati Putih berasal dari seni beladiri keraton dan dipakai hanya oleh bangsawan, termasuk diantaranya adalah Pangeran Diponegoro. Pernahkan anda mendengar dikala Pangeran Diponegoro terdesak dan bertahan didalam benteng bersama pasukannya lalu dikepung Belanda namun akhirnya semua berhasil lolos? Setelah Belanda berhasil masuk ke dalam benteng, terlihat pada tembok bentang disisi belakang yang setebal 2 meter tampak bolong, jebol menganga!

Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:

  • BPH ADIWIDJOJO: Grat-I
  • PH SINGOSARI: Grat-II
  • R Ay DJOJOREDJOSO: Grat-III
  • GAGAK HANDOKO: Grat-IV
  • RM REKSO WIDJOJO: Grat-V
  • R BONGSO DJOJO: Grat-VI
  • DJO PREMONO: Grat-VII
  • RM WONGSO DJOJO: Grat-VIII
  • KROMO MENGGOLO: Grat-IX
  • SARING HADI POERNOMO: Grat-X
  • POERWOTO HADI POERNOMO dan BUDI SANTOSO HADI POERNOMO: Grat-XI

Pewaris muda pada saat ini adalah: NEHEMIA BUDI SETIAWAN (putra Mas Budi) dan AMOS PRIONO TRI NUGROHO (putra Mas Poeng)

Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat Sang Guru yaitu :

  • Memiliki rasa jujur dan welas asih
  • Percaya pada diri sendiri
  • Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari
  • Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada Tuhan.

Pada tahun 1995, seorang anggota PPS Betako Merpati Putih cabang Jakarta Selatan, Mas Eddie Pasar mendapat piagam penghargaan Rekor dari Musium Rekor Indonesia (MURI) karena mendemonstasikan menyetir mobil terjauh dari Bogor ke Jakarta dengan mata tertutup.

Menyebar ke Manca Negara

Sebelum tahun 1998 Betako Merpati Putih hanya diajarkan untuk Warga Negara Indonesia saja. Namun karena minat dari luar negeri sangat banyak dan antusias, MP mulai membuka diri untuk menerima anggota dari luar negeri.

Adalah Nate Zeleznick dan Mike Zeleznick sebagai orang berkulit putih pertama yang diajarkan pencak silat ini pada tahun 1999 dan menjadi Pelatih Merpati Putih Pertama di Amerika untuk umum.

Pada awal bulan Oktober 2000 Mas Pung dan Mas Budi meresmikan American School of Merpati Putih yang pertama berlokasi di Ogden City Mall, Utah. MP adalah satu-satunya Pencak Silat yang diselidiki secara ilmiah soal tenaga dalam.

MP USA 01

Nate Zeleznick dan Mike Zeleznick sebagai orang berkulit putih pertama yang diajarkan pencak silat ini pada tahun 1999 dan menjadi Pelatih Merpati Putih Pertama di Amerika untuk umum.

Pada tahun 1995, seorang anggota PPS Betako Merpati Putih cabang Jakarta Selatan, Mas Eddie Pasar mendapat piagam penghargaan Rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena mendemonstrasikan menyetir mobil terjauh dari Bogor ke Jakarta dengan mata tertutup.

Dalam perguruan Merpati Putih, kemampuan untuk tetap bisa mendeteksi meski dengan mata tertutup tersebut disebut getaran. Merpati Putih adalah perguruan pencak silat yang ilmiah, tidak ada mantra dan klenik. Semua realitas dan logis.

Kemampuan pesilat Merpati Putih mematahkan benda-benda keras seperti kikir, baja, gagang pompa, pipa beton, dan sebagainya didapat dari olah pernapasan. Latihan Merpati Putih mementingkan aspek beladiri tanpa senjata/tangan kosong.

MP Merpati Putih pembinaan Nate Zeleznick

Anggota Merpati Putih USA sedang melakukan Nafas Pembinaan (foto: Nate Zeleznick)

Bagian-bagian tubuh manusia dapat digunakan sebagai senjata yang tak kalah ampuhnya dengan senjata sesungguhnya.

Tetapi walaupun begitu pada anggota Merpati Putih secara ekstra kurikuler (bukan kurikulum latihan) diperkenalkan senjata, sifat dan karakteristik senjata, cara menghadapi dan sebagainya.

Karena bagaimana mungkin bisa mengalahkan lawan bersenjata apabila tidak memahami karakteristik dari senjata seperti bentuk, lintasan, alat penyasar, target sasaran senjata, dan sebagainya. Untuk itulah teknik penggunaan senjata juga dipelajari.

Senjata khas Merpati Putih adalah Tekbi dan Kudi dan akan diajarkan secara wajib pada pesilat secara bertahap pada tingkatan tertentu. Lebih lanjut untuk penjelasan tentang senjata khas Kudi oleh Mas Poeng dapat dilihat pada video di link atau tautan ini.

Kudi dalam Merpati Putih berbentuk sangat khas, dan diciptakan oleh Mas Poeng (Guru Besar MP). Memiliki dimensi horizontal dan dimensi vertikal. Sarat dengan nilai-nilai dan falsafah. Mas Poeng (Guru Besar MP) sudah bertransformasi menjadi seorang “Mpu” yaitu orang yang membuat senjata yang memiliki ciri khas.

Hingga kini PPS Betako Merpati Putih sudah menyebar di 5 benua, beberapa negara yang memiliki anggota terbanyak diantaranya yaitu Inggris Perancis, Belgia, Swiss, Jerman, Belanda, Uzbekistan, Jepang, Malaysia, Australia, Russia, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.

kudi MP

Kudi, senjata khas Merpati Putih.

Jurus dan Tenaga Dalam

Merpati Putih menggunakan tenaga dalam asli manusia, dengan teknik olah napas. Pada orang biasa, tenaga asli tersebut dapat dilihat dan digunakan hanya pada saat orang bersangkutan dalam kondisi terdesak saja. Misal: melompat pagar saat anjing mengejarnya di jalan yang buntu.

Dalam keadaan kembali normal / tidak terdesak, orang tersebut serasa tidak percaya telah melompati pagar yang tinggi tersebut. Maka di dalam Pencak Silat ini, bagaimana menggunakan tenaga ekstra asli manusia tersebut pada saat normal, kapanpun dan dimanapun.

Secara normal sel dalam tubuh manusia menghasilkan zat yang bernama Adenosine Triphospate (A.T.P) yang merupakan cadangan energi dalam tubuh. Maka dengan bantuan teknik olah napas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat di latih untuk diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh.

Ada banyak teknik olah napas di dalam Pencak Silat ini diantaranya Pernapasan Pembinaan dan Pernapasan Pengolahan. Juga Ada beberapa Teknik jurus (disebut dengan rangkaian gerak) diantaranya adalah Rangkaian Gerak Praktis (RGP), Rangkaian Gerakan Terikat (RGT) dan Rangkaian Gerakan Bebas (RGB).

MP Merpati putih inner power

Anggota MP sedang melakukan Nafas Pembinaan di tepi pantai Parang Kusumo Jogjakarta. Nampak air laut disekelilingnya mambentuk lingkaran menandakan energi dari dalam tubuh melingkarinya.

Hasil olah gerak dan olah napas ini kemudian dapat diolah menjadi tenaga ‘getaran’. Urutan pemahaman gerakan pada Merpati Putih adalah: Gerak Dasar –> Gerak Pengarahan –> Gerak Naluri (plus getaran).

Selain dari Diri Sendiri (energi badan), pengambilan energi getaran di Pencak Silat Merpati Putih ini dapat pula diambil dari alam seperti dari Bumi (energi tanah atau pohon yang berusia amat tua), atau bahkan energi dari Angkasa (energi bintang, matahari ataupun bulan) semua itu didapat melalui aturan pernafasan.

Setiap saat kita melakukan suatu kegiatan yang tidak kita sadari yaitu bernapas. Menghirup napas bisa dikatakan sebagai usaha membersihkan paru-paru. Peristiwa pernapasan melibatkan oksigen (zat asam), sehingga terjadilah peristiwa kimiawi yang disebut oksidasi dan menimbulkan panas atau energi.

mas Budi dan mas Poeng guru besar Merpati Putih MP

Mas Budi (kiri) dan Mas Poeng, (kanan) dua Guru Besar Merpati Putih yang terakhir (Grat-XI). (courtesy: PPS Betako Merpati Putih@Facebook.com)

Dalam teori listrik, kekurangan satu elektron dari satu atom akan menimbulkan gaya listrik.

Ketika kita menghirup napas yang kemudian ditahan, akan terjadi pula kekurangan zat asam.

Pada saat berlangsung kekurangan ini, timbul suatu zat baru yang sangat aktif untuk membantu mempercepat pengulangan peristiwa kimiawi tadi (Adenose Triposphat atau disingkat ATP). Tenaga yang ditimbulkan ATP ini adalah 5 kali tenaga yang dihasilkan oleh peristiwa oksidasi itu sendiri.

Untuk mendapatkan ATP diperlukan syarat-syarat, seperti penegangan otot, kemudian digabungkan dengan kemampuan psikis dan biologis. Kalau proses oksidasi terus berulang dengan cepat maka akan timbul getaran. Getaran bisa ditingkatkan frequensinya bila kita mengenal ciri-cirinya.

Teknik getaran inilah yang dimanfaatkan Merpati Putih untuk memecahkan benda-benda keras seperti balok es, batang pompa dragon, beton cor, kikir atau per mobil.

Dengan mengirim getaran lewat tangan, kaki atau kepala akan mempengaruhi susunan molekul pada benda yang akan dipatahkan. Pada saat molekul pada garis yang kita jadikan sasaran itu berada dalam keadaan labil, maka sasaran itu kita hantam. Jadi yang terpenting disini bukan kekuatan tetapi momentum pukulan.

Acara Pendekar trans 7 edisi merpati putih

Seorang host dari Trans7 dalam acara “Pendekar” edisi Merpati Putih, tampak sedang mempraktekkan gerakan bela diri dengan menggunakan senjata khas Merpati Putih, yaitu Kudi.

Satu-satunya Silat yang diteliti Secara Ilmiah

Beberapa tahun belakangan, ilmu tenaga dalam Merpati Putih yang mengandung energi dan getaran ini telah diselidiki lebih jauh secara ilmu pengetahuan dan dikembangkan juga untuk pengobatan serta untuk kepentingan orang tuna netra, agar mereka bisa membaca, membedakan dan mengenali warna serta dapat mempermudah segala aktivitas lainnya sehari-hari.

Pola latihan Merpati Putih sudah diteliti oleh ilmuwan sejak mulainya Operasi Seta I (1972) bersama dengan para Taruna Militer dengan hasil bahwa metode latihan Merpati Putih menghasilkan pola yang hampir sama dengan aerobik plus ditambah munculnya tenaga tambahan.

Secara aktif diteliti efeknya pada tubuh manusia oleh para dokter-dokter spesialis di Yayasan Jantung Sehat. Getaran juga diujicobakan pada Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) untuk mendeteksi radiasi nuklir. Hasilnya, getaran Merpati Putih dapat lebih cepat digunakan untuk mendeteksi radiasi nuklir dibanding alat yang digunakan oleh BATAN.

demo senjata MP Kudi

Demonstrasi senjata Kudi khas MP

Pada Markas Polisi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Mapolda MetroJaya) getaran Merpati Putih diujicobakan untuk mendeteksi narkoba yang disembunyikan pada mobil, kantong perorangan, lemari, dan banyak tempat.

Hasilnya, pesilat berhasil menunjukkan dengan sempurna lokasi penyimpanan narkoba tersebut. Belum lama ini (2009), bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, getaran Merpati Putih digunakan untuk mendeteksi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sepanjang Ciliwung.

Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk masuk di dalam tim bantuan pencarian korban bencana alam. Hingga kini terus dikembangkan untuk masuk pada aspek-aspek kemanusiaan lainnya.

MP dipantai 2

Tingkatan dan Latihan

Ada dua belas tingkatan di dalam PPS Betako Merpati Putih ini. Tingkatan-tingkatan dalam PPS Betako Merpati Putih dimulai dengan:

  • Tingkat Dasar I, tingkatan pertama masih berstatus calon anggota, walaupun telah berseragam baju Merpati Putih, celana hitam, kerah baju merah dengan label nama diri di dada namun sabuk masih putih polos.
  • Tingkat Dasar II, tingkatan kedua dan seterusnya telah memakai seragam anggota tanpa nama diri dengan lambang IPSI dan lambang Merpati Putih di dada serta bersabuk merah polos.
  • Tingkat Balik I, sabuk merah (tanpa strip) dengan lambang Merpati Putih di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Balik II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Kombinasi I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip jingga di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Kombinasi II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip kuning di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Khusus I (Khusus Tangan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip hijau di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Khusus II (Khusus Kaki), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip biru di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Khusus III (Khusus Badan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip nila di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Kesegaran, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip ungu di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Inti I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip putih di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Inti II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah dan putih di salah satu ujungnya.

Para anggota berlatih paling tidak dua kali dalam seminggu di suatu Kelompok Latihan atau biasa disebut Kolat. Setiap kali latihan memakan waktu sekitar kurang-lebih dua jam.

Pada tiap tahun, yaitu tepatnya setiap Tahun Baru 1 Suro atau 1 Muharam, seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke diperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama anggota lainnya di Yogyakarta, tepatnya di pantai Parang Kusumo untuk latihan bersama dari semua tingkatan.

Juga diadakan Napak Tilas di daerah Bukit Manoreh. Acara ini sudah merupakan tradisi di dalam perguruan pencak silat ini yang berguna untuk mengetahui dan dapat bertukar pikiran antar anggota satu dengan anggota lainnya.

Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada tiap tingkatan dibedakan berdasarkan wilayah. Pada tingkat Dasar I hingga Balik II dilaksanakan di Cabang (Pengcab). Pada UKT Tingkat Kombinasi I menuju Kombinasi II dilaksanakan di Daerah (Pengda). Sedangkan UKT untuk tingkat Kombinasi 2 keatas dilaksanakan di Pusat (Parangkusumo, Yogyakarta) baik anggota dalam negeri maupun luar negeri.

Pantai Parangkusumo dan Bukit Manoreh dipilih oleh Guru Besar, karena menurut beliau hanya dititik pada wilayah inilah yang memiliki kekuatan alam yang paling besar alias lokasi terbaik untuk latihan dari seluruh wilayah yang ada Indonesia.

MP dipantai

Tahun Baru 1 Suro atau 1 Muharam, seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke diperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama anggota lainnya di Yogyakarta, tepatnya di pantai Parang Kusumo untuk latihan bersama dari semua tingkatan.

Sikap Hormat Perguruan

“Mengangkat dua jari tangan kiri (telunjuk dan jari tengah) di depan kening. Bersamaan itu pula sambil menarik napas halus disertai tangan kanan mengepal di depan dada agak ke kiri (di depan jantung) tidak menempel, badan tegak, pandangan lurus ke depan, muka tegak, kaki terbuka (selebar sikap sempurna)”

Artinya :

1. Dua jari di depan kening

  • Anggota Merpati Putih selalu mengutamakan pemikiran terlebih dahulu daripada bertindak
  • Dua jari juga merupakan lambang perdamaian (kode etik internasional) sehingga anggota Merpati Putih harus selalu mengutamakan, menjunjung tinggi menghormati, serta mencintai perdamaian
  • Dua jari juga mengingatkan kita bahwa di dunia ini ada dua hal yang selalu ada baik-buruk, siang-malam, ayah-ibu, pria-wanita, untung-rugi, ada penciptaan-ada ciptaan.

2. Tangan mengepal

  • Melambangkan keteguhan hati (waktu menghirup napas) menyatukan dengan alam, dengan kehendak-Nya, berpasrah diri, menyadari sedalam-dalamnyabahwa kita hamba Tuhan.

3. Bentuk kaki (sikap sempurnya)

  • Melambangkan sikap mandiri, kokoh, tegak, tegap, tegas dengan sikap memandang lurus ke depan.

Arti Baju Seragam Merpati Putih

1. Baju, terdapat lubang 3 pasang di dekat leher. Warna putih dengan leher warna merah berbentuk segi lima dengan garis – garis jahitan berjumlah 5 buah pada bagian setiap ujung lengan.

Artinya :

  • Warna putih menunjukkan kesucian, ketulusan hati, kepasrahan, keterbukaan hati serta menjunjung tinggi arti perdamaian.
  • Leher berbentuk segi lima menggambarkan Pancasila, terdapat juga jumlah jahitan pada leher tersebut. Ini berarti anggota Merpati Putih menjunjung tinggi dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.
  • Lubang tali kancing sebanyak 3 pasang, mengingatkan kita agar selalu ingat bahwa di dalam hidup ini terdapat :

Tuhan YME (sebagai Sang Pencipta), Alam (sumber hidup) dan Dunia (kehidupan). Selain itu juga menggambarkan jumlah janji anggota Merpati Putih yang sering disebut TRI PRASETYA.

2. Celana, berwarna hitam menggambarkan ciri khas Pencak Silat indonesia dan merupakan pakaian khas masyarakat (petani). Warna hitam juga melambangkan keteguhan hati.

3. Sabuk, berwarna merah dengan jumlah jahitan 5 jalur menggambarkan Pancasila. Dalam menggunakan seragam yang telah dilengkapi dengan menggunakan sabuk merah berarti telah siap sebagai anggota Merpati Putih yang mengerti makna baik dan buruk serta bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengamalkan ajaran perguruan yaitu Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening.

Anggota yang sudah bersabuk merah sebenarnya memiliki beban tanggungjawab yang besar. Anggota yang sudah diakui penuh, disumpah melalui Janji Anggota yang terdiri dari tiga,  yaitu :

1. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mengabdi dan Berbakti  kepada nusa, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Setia dan taat kepada perguruan.

Disitulah perguruan mulai menanamkan sesuatu yang harus dilaksanakan anggota, yaitu:

1. Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kepada negara dan bangsa sebagai perwujudan alam seisinya.
3. Kepada perguruan sebagai wadah penggaliannya.

Anggota yang masih bersabuk putih merupakan ujian semakin dijiwainya gerak dalam berlatih pencak silat dan olah napas. Maka akan muncul semangat dari anggota bersabuk putih untuk mendapat pengakuan dari Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat Merpati Putih.

Arti Lambang PPS Betako Merpati Putih:

logo lambang MP1. Lambang bentuk segi lima

PPS Betako Merpati Putih berasaskan Pancasila dan UUD 1945.

2. Garis segi lima berwarna merah

Melambangkan persatuan dan kesatuan seluruh Keluarga Besar PPS Betako Merpati Putih dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.

3. Warna dasar biru

Melambangkan sikap dan watak perdamaian sebagai pesilat, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.

4. Tulisan Betako dan Merpati Putih Bermotif Aksara Jawa,

Melambangkan sumber ilmu Merpati Putih berasal dari tanah Jawa yang merupakan budaya asli bangsa indonesia.

5. Gambar tangan berwarna hitam (telapak tangan)

Melambangkan keteguhan hati bagi setiap anggota Merpati Putih.

6. Warna kuning melingkari tangan

Melambangkan kejayaan dari ilmu Merpati Putih.

7. Burung merpati dengan kepala tunduk

Melambangkan sikap dan watak anggota Merpati Putih, semakin memiliki ilmu semakin mencapai ketenangan lahir dan batin, seperti falsafah padi (semakin berisi semakin merunduk).

8. Pita berwarna merah bertuliskan Merpati Putih berwarna putih

Melambangkan warna bendera Pusaka Merah Putih yang melambangkan keberanian dan kesucian.

Perkembangan Merpati Putih

Perkembangan Merpati Putih dari sejak berdiri tanggal 2 April 1963 sampai saat ini dapat dicatat sebagai berikut:

  • Tahun 1968 mendapat kehormatan melatih anggota seksi I Korem 072 dan Anggota Bataliyon 403/ Diponegoro di Yogyakarta
  • Tahun 1973 bekerja sama dengan AKABRI udara dan beberapa tenaga ahli dari fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada dipimpin oleh Prof .Dr .Achmad Muhammad, mengadakan penelitian dari segi-segi yang menyangkut metode latihan Betako Merpati Putih. Hasil penelitian ini mendorong pengembangan yang lebih luas wawasan Merpati Putih.
  • Tahun 1976 mendapat kehormatan melatih para Anggota Pasukan Pengawal Presiden ( PASWAPRES ).
  • Tahun 1977 Terbentuk Cabang Jakarta dan sekaligus mendapat peluang melatih para anggota Koppasandha di Cijantung.
  • 5 oktober 1978 peragaan hasil latihan oleh Anggota Koppasandha tersebut pada perayaan HUT ABRI.
  • Tahun 1983 kerja sama dengan pusat jasmani Militer Komando Pengembangan Pendidikan dan latihan TNI AD
  • Tahun 1984 kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta mengadakan penelitian tentang Manfaat latihan Merpati Putih.
  • Tahun 1987 kerja sama dengan yayasan jantung sehat dan Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, dipimpin oleh Dr.Dede Kuswara.
  • Tahun 1987 Tour bersama IPSI ke Eropa dalam misi Budaya Bangsa
  • Tahun 1989 Partisipasi dalam pembukaan SEA GAMES di Jakarta
  • Tahun 1990 bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • Tahun 1991 pelatihan Tuna Netra
  • Tahun 1992 Membawa dan memperkenalkan Tuna Netra hasil latihan ke Eropa .
  • Tahun 1992 Partisipasi latihan untuk Tim PSSI Yunior (Kejuaraan Yunior Asia 1992 ) dan Tim PSSI PRA PIALA DUNIA 1992
  • Tahun 1994 Tour persahabatan ke Belanda
  • Tahun 1994 bersama KADIN peragaan di Brunei Darussalam
  • Tahun 1994 Melatih Tuna Netra Kerajaan Oman
  • Tahun 1995 kerja sama dengan yayasan Kartika Destarata (Yayasan Tunanetra Persit Kartika Chandra Kirana TNI AD ) melatih Tuna Netra se-Indonesia
  • Tahun 2009 bekerja sama dengan PEMPROV DKI Jakarta dalam upaya penyelamatan Sungai Ciliwung dari kerusakan
  • Tahun 2010 Pemantapan dan Penyeragaman Pelatih Se Jabotabek dan sekitarnya.
  • Tahun 2010 Program Pelatihan Ekskul SD, SMP, SMA
  • Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk tergabung dalam tim pencari korban bencana alam. Getaran akan digunakan untuk deteksi lokasi korban bencana alam (banjir, kebakaran, tanah longsor, dsb)
  • Tahun 2011 melakukan pagelaran teater silat berbasis gerakan dan keilmuan Merpati Putih (tata gerak, power, dan getaran tutup mata) di Gedung Kesenian Jakarta dengan tema “PENDEKAR KELANA”.

Selanjutnya dari Tahun ke Tahun PPS Betako Merpati Putih berkembang ke seluruh pelosok Tanah Air bahkan Manca Negara. Sampai saat ini telah terbentuk 10 PENGDA dan 85 Cabang di seluruh Indonesia dan 4 Cabang di luar negeri.

Merpati Putih adalah salah satu perguruan silat yang mendapatkan akses pada militer khusus dengan dilatihnya para special force Indonesia seperti Kopassus (TNI-AD), Marinir, Kopaska (TNI-AL), Paskhas (TNI-AU), Brimob (Kepolisian). Pelatihan ini menunjukkan tidak adanya unsur klenik atau magis di dalamnya. Merpati Putih juga aktif berpartisipasi di dalam event-event nasional dan internasional seperti World Martial Arts Festival dan International Martial Arts.

merpati putih kopassus mp

Para Dewan Guru, Guru Besar, Pewaris, dan Senior senantiasa mengembangkan secara aplikatif beragam aspek dari getaran. Beberapa hasil aplikatif dari getaran (vibravision) yang berhasil dikembangkan oleh Merpati Putih:

  • Program Normalisasi Diabetes
  • Program Pelatihan Tuna Netra (atau siapa saja yang kehilangan daya lihat karena kecelakaan atau disebabkan oleh penyakit seperti Glukoma, Retinitis Pigmentosa dan lain-lain)
  • Program Pelatihan Tuna Netra yang buta total akibat kerusakan pada mata yang akut
  • Program Kecantikan Kulit
  • Program ‘Lepas Kacamata’ bagi mata yang minus, plus, atau silinder
  • Program Penghancuran Batu Ginjal (masih tahap riset)
  • Regenerasi sel-sel tubuh (program kebugaran untuk manula dan yang menderita penyakit)
  • Deteksi radiasi nuklir (bekerja sama dengan BATAN). Hasilnya, getaran Merpati Putih lebih cepat mendeteksi keberadaan radiasi dibanding alat dari BATAN
  • Deteksi narkoba di Mapolda Metro Jaya (Jakarta, bekerja sama dengan Brimob DKI Jakarta). Hasilnya, getaran Merpati Putih dapat menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba meski disembunyikan pada mobil, kantong, jaket, lemari, sepatu, dan yang lainnya.

PPS Betako Merpati Putih juga termasuk Pencak Silat yang tak tergerus oleh perkembangan zaman, telah teruji keberadaannya selama ratusan tahun dan tetap exist dan tak terpengaruh oleh majunya peradaban dan teknologi hingga saat ini sampai ke depannya.

Tentang Penulis dan Merpati Putih

Saya adalah mantan anggota Merpati Putih sejak dibangku SD, kala itu saya diajak oleh tetangga yang anaknya seangkatan dengan saya untuk dapat ikut menemaninya masuk perguruan ini.

Pada masa SD itu saya latihan di kolat (kelompok latihan) SMA Sumbangsih Jakarta sekitar tahun 1980 – 1982. Maklum waktu itu masih SD, jadi lupa tepatnya tahun berapa :p Pada usia semuda itu, saya baru diajarkan ilmu gerakan saja, bukan pernafasan apalagi getaran.

Setelah berakhirnya latihan buat yang masih cupu ini, para anggota lain yang sudah dewasa terus melanjutkan latihan mereka seperti biasanya dan saya hanya dapat menonton.

merpati putih MP anim 01Karena kolat khusus anak-anak ini jauh dari rumah dan ketidak adanya yang bisa mengantarkan setiap latihan, apalagi menggangu pekerjaan rumah dan sekolah, membuat saya harus mengundurkan diri dari perguruan ini.

Hingga akhirnya saya masuk SMP (1986), dan saya masuk lagi ke perguruan silat ini lagi. Dan tempat latihannya sangat dekat, karena komplek saya sendiri ternyata berhasil membuat kolatnya sendiri dan atas nama komplek saya juga, asyik!

Anggota angkatan pertamanya lumayan banyak, ada lebih dari 50 orang dan saya adalah angkatan pertama dikolat komplek saya itu.

Setiap pekrekrutan anggota baru, anggotanya tak putus-putus dan tetap banyak. Sang pelatih pada masa itu bernama Mas Eko yang menyandang Kombinasi-2. Beliau sempat mengatakan pada kami, bahwa ia akan melatih kami hingga minimal sama dengan tingkatan yang sekarang disandangnya, ber-strip kuning!

Latihan sejak SMP ini saya jalani, sampai ke jenjang masa kuliah sebagai mahasiswa, namun hanya sampai Kombinasi-1, karena pada masa itu, untuk naik satu tingkat harus minimal 1 tahun, apalagi dari jenjang balik-2 ke kombinasi-1 dan dari kombinasi-1 ke kombinasi-2 dan seterusnya waktunya jauh lebih lama, bisa hingga 5 tahun!

Pada masa itu, dunia perpolitikan di dalam organisasi juga semakin kental, sedangkan sang kedua Guru besar tetap bersikap netral dan menyerahkan semuanya kepada dewan. Maka mulai terciptalah ‘blok-blok’ baru dalam perguruan, dan membuat semakin redupnya perguruan ini. Padahal kedua Guru Besar sudah memberitahukan kepada semua anggota perguruan, bahwa sekolah, kuliah, pekerjaan dan keluarga lebih penting dari perguruan ini.

Artinya, menurut kedua guru besar, beliau tak mengharuskan anggotanya untuk selalu dapat hadir dalam setiap latihan baik untuk calon anggota, anggota, asisten pelatih dan juga pelatih. Beliau tak mau Merpati Putih mengacaukan jadwal atau tugas dari sokolah, kampus, kantor dan pekerjaan lainnya.

screenshot mp wikipedia

Screenshot pembuat, penambah dan pengubah artikel Merpati Putih di Wikipedia, terlihat nama saya pada daftar nama dan berada paling bawah (Yudiweb) sebagai penulis pertama pada tanggal 3 Maret 2006 dan dirilis keseantero dunia pada pukul 14:02 sore ditanggal yang sama.

Namun perpolitikan di dalam salah satu kubu di perguruan pada masa itu sempat mengharuskan semua anggota untuk selalu hadir dan hadir. Maka banyak anggota yang semakin tidak aktif, dan mematikan puluhan (mungkin ratusan) kolat diseluruh Indonesia sekitar tahun 1995 hingga 1997. Apalagi ditambah adanya krisis monetar dan penumbangan Orde Baru, membuat Merpati Putih semakin sedikit yang aktif. Namun pada masa kini mulai bangkit kembali pada era Reformasi hingga saat ini.

Kala itu saya mencoba mencari info tentang Merpati Putih di internet pada tahun 2006, infonya sangat sedikit sekali. Untuk itulah, maka saya membuat artikelnya di Wikipedia dengan rujukan dari berbagai buku tentang perguruan ini yang sering dilampirkan pada setiap ada acara di perguruan, termasuk saat rapat kolat hingga rapat Munas. Dari sanalah info tentang PPS Merpati Putih saya dapatkan. Karena hanya berupa lampiran kertas dan buku, maka info itu saya tulis ulang di Wikipedia agar tidak punah oleh zaman.

Hingga kini, kedua seragam MP yaitu dimasa saya masih SD  (seragamnya kecil mungil) dan seragam MP saat kuliah, masih saya simpan sebagai kenangan, namun kartu anggota sudah lama hilang. Semoga, PPS Merpati Putih akan tetap jaya selalu seperti dulu, dan semakin dikenal seantero jagat! Aamin YRA. Wassalam.

Sumber: yudiweb (admin sendiri) sebagai penulis pertama (author) tentang Merpati Putih di Wikipedia Indonesia sejak pertama ditulis pada 3 Maret 2006, puku 14.02‎PM.

MP USA in VOA Indonesia

Video Merpati Putih on “Pendekar” – by Trans 7 ( 2 SEASONS) :

[SEASON 01 – PART-1] Merpati Putih on “Pendekar” – by Trans 7  (PART-2) (PART-3)

[SEASON 02 – PART-1] Merpati Putih on “Pendekar” – by Trans 7  (PART-2) (PART-3)

Pos ini dipublikasikan di Seni dan Musik, Yang Wow dan Wah!. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s