5 Tanaman Karpet Terbaik Untuk Aquascape

tanaman karpet terbaik

Istilah ‘Tanaman Karpet’ adalah jenis atau spesies tanaman air (aquatic plant) dengan ukuran kecil, tumbuh menyebar ke samping dan meluas seperti mengarpet yang biasanya digunakan untuk dekorasi aquarium, khususnya akuarium aquascape. Dari namanya sudah memberikan petunjuk, bahwa tanaman ini seperti karpet berwarna hijau  yang subur.

Tanaman karpet yang digunakan untuk membuat rumput hijau subur atau mirip tikar dari tanaman, membuat tanaman karpet terlihat di sepanjang bagian bawah dari akuarium.

Popularitas tanaman ini telah mengalami kemajuan pesat pesat selama 5-10 tahun terakhir, terutama di aquascaping. Berikut saya telah mengumpulkan daftar tanaman karpet yang biasa digunakan dalam aquascape:

1. Hemianthus Callitrichoides

Adalah tanaman air terkecil di dunia yang saat ini tersedia untuk aquarists. Hemianthus Callitrichoides atau HC untuk singkatannya, adalah tanaman karpet yang berasal dari negara Kuba. Oleh karenanya, tanaman air ini juga sering disebut “Cuba”.

Tumbuhan yang juga dijuluki “air mata bayi kerdil” atau “dwarf baby tears” ini pertama kali diambil oleh Holger Windeløv pada tahun 2003 di Las Pozas, Cuba, sekitar 90 kilometres (56 mil) sebelah timur Havana.

Mempunyai daun yang kecil, berwarna hijau subur dan merayap di alam adalah apa yang membuatnya begitu populer untuk karpet. Sekedar mengingatkan Anda, jika Anda seorang pemula untuk akuarium aquascape, HC bukan tanaman yang paling mudah untuk dirawat.

Tanaman ini dipakai sebagai latar depan (foreground) dan membutuhkan banyak intensitas cahaya untuk menembus ke bagian bawah akuarium, dan CO2 yang memadai beredar di bagian bawah akuarium Anda.

Jika persyaratan ini tidak terpenuhi maka HC sering menderita. Ini juga membutuhkan pemangkasan teratur, tidak hanya untuk menjaganya tetap terbentuk rapi, tetapi untuk memastikan karpet tidak terlalu tebal.

Karena jika hal ini terjadi, maka bagian bawah tanaman biasanya mati dan mengangkat diri dari substrat Anda. Karena ukuran kecil, maka Hemianthus Callitrichoides adalah tanaman yang sempurna jika Anda ingin menciptakan “sense of scale” di akuarium atau membuat hal-hal yang akan tampak lebih kecil, padahal lebih besar daripada yang sebenarnya.

Oleh karena itu mereka cocok untuk akuarium kecil atau tangki nano. Jika aquarist memiliki pemahaman yang baik tentang cara merawat tanaman ini, maka ini adalah salah satu tanaman karpet yang paling menakjubkan di aquascape. (lihat video Hemianthus callitrichoides)

Hemianthus Callitrichoides / HC / Cuba.

Hemianthus Callitrichoides / HC / Cuba.


2. Echinodorus Tenellus (Helanthium tenellum)

Echinodorus Tenellus sering disebut juga Helanthium tenellum, kadang-kadang merujuk pada mini amazon sword, tanaman ini merupakan bagian dari kelompok spesies sword plant dan merupakan salah satu yang terkecil dan sering juga disebut sebagai Pygmy Chain Sword.

Tanaman yang mirip rumput dalam air ini berasal dan tersebar dari bagian timur Amerika Serikat dari Texas hingga Florida juga ke wilayah utara Michigan dan Massachusetts, ke selatan hingga ke negara Meksiko di wilayah Chiapas, Veracruz.

Selain wilayah itu, tanaman ini juga tersebar ke bagian barat negara-negara Karibia seperti Kuba, Jamaika, Hispaniola,  hingga ke negara-negara Amerika Tengah dan Selatan dari Guyana ke Argentina.

Echinodorus Tenellus memiliki daun seperti rumput panjang dan dapat tumbuh hingga puluhan centimeter dibawah cahaya yang baik, namun dapat juga digunakan untuk mengkarpetkan akuarium, terutama pada akuarium dengan ukuran yang besar.

Di bawah cahaya yang tinggi, pertumbuhan bisa sangat kompak dan cepat. Jika sudah tumbuh tinggi atau panjang, Echinodorus Tenellus dapat dipotong. Ia adalah tanaman yang bagus untuk pemula jika Anda belum pernah mencoba tanaman karpet untuk akuarium sebelumnya.

Tanaman ini memiliki tuntutan yang lebih rendah dibandingkan tanaman karpet lainnya seperti Hemianthus Callitrichoides (HC) dan Glossostigma Elantinoides. Namun, untuk membuat hasil karpet terbaik, gunakan banyak CO2 dan pupuk dan jangan menutupi tanaman karpet dengan tanaman lebih tinggi. (lihat video Echinodorus Tenellus)

Echinodorus Tenellus (Helanthium tenellum)

Echinodorus Tenellus (Helanthium tenellum)


3. Sagittaria subulata

Sagittaria subulata juga dikenal sebagai Dwarf Sagittaria (Sagittaria kerdil), sangat bagus untuk tanaman karpet bagi pemula lainnya. Bentuk daunnya cukup mirip dengan Echonodorus tenellus, yaitu berbentuk mirip rerumputan dalam air.

Sagittaria memiliki daun berbentuk rumput panjang dan sering juga dijuluki juga sebagai awl-leaf arrowhead atau narrow-leaved arrowhead, dan biasanya sedikit lebih tebal dan sedikit lebih panjang.

Seperti Echinodorus tenellus, tanaman ini menyebar melalui sulur. Tanaman ini kadang-kadang hampir secara acak, tumbuh cukup tinggi. Cara terbaik untuk tetap pendek adalah dengan memangkas secara teratur.

Sagittaria subulata adalah spesies tanaman air yang tumbuh terutama di air payau yang dangkal dari wilayah di tepi laut, di rawa-rawa, di muara, dan tempat berair lainnya.

Tumbuhan ini berasal dari Colombia, District of Columbia hingga Venezuela. Juga tumbuh di setiap negara bagian Amerika Serikat yaitu di sepanjang pantai dari Massachusetts hingga ke Louisiana.

Tumbuhan ini juga pernah di naturalisasikan di Britania Raya pada tiga kali kesempatan, hanya salah satu dari mereka telah punah pada tahun 2010. Selain itu tumbuhan ini juga tercatat di naturalisasikan di Azores dan di pulau Jawa di Indonesia.

Sagittaria subulata adalah tumbuhan yang bisa tumbuh hingga 40 cm. Daunnya terendam atau mengambang di bawah permukaan air, berdaun panjang dengan lebar yang sempit kadang berbentuk bulat telur dengan bunga yang mengapung di permukaan air.

Sagittaria subulata adalah pilihan tumbuhan karpet lainnya bagi pemula karena memiliki tuntutan yang lebih rendah. Sebuah substrat bergizi selalu membantu untuk pertumbuhan tumbuhan air ini. (lihat video Sagittaria subulata)

Sagittaria subulata (Dwarf Sagittaria)

Sagittaria subulata (Dwarf Sagittaria)


4. Staurogyne rubescens

Staurogyne rubescens adalah tanaman air yang memiliki sifat tumbuh yang kompak, lebat dan pendek, sehingga membuatnya cocok juga sebagai tanaman karpet untuk aquascape.

Tanaman ini dapat terlihat mirip beberapa spesies Hygrophila karena bagaimanapun juga, tumbuhan ini tidak akan tumbuh jauh lebih tinggi dari 5 hingga 10 cm.

Agar tetap terlihat tumbuh sangat rendah, maka diperlukan pemangkasan yang teratur. Daun Staurogyne rubescens terlihat seperti kelopak-kelopak bunga yang tumbuh agak menyamping keluar dan melingkar ke berbagai arah.

Untuk mengkarpetkan kembali tanaman ini dibutuhkan keahlian yang sedikit lebih.  Jika tumbuh hingga meninggi dan berjenjang, maka pada ruas atas tanaman ini akan tumbuh akar-akar baru.

Ketika batang sudah meninggi ke posisi tegak dan mulai panjang serta sudah mengeluarkan akar-akar baru, maka potonglah batang tersebut dan tanam kembali potongannya.

Hal ini dapat dilakukan berulang kali untuk mendorong pembentukan karpet. Di bawah cahaya yang lebih tinggi, semakin banyak batang akan merayap horizontal dan melebar. (lihat video Staurogyne rubescens)

Staurogyne rubescens.

Staurogyne rubescens.


5. Eleocharis Acicularis

Eleocharis acicularis sangat mirip dengan Eleochairs Parvulus. Memiliki nama umum hairgrass atau ‘rumput rambut’ karena ia memiliki daun mirip rumput yang tipis dan halus seperti rambut.

Ketika ditanam dalam kelompok, tanaman ini akan cepat membentuk kelompok tanaman yang padat. Tumbuhan mirip rumput paku ini adalah spesies rumput paku atau spikesedge yang juga umum dikenal dengan nama needle spikerush dan yang paling spikerush.

Tumbuhan ini tersebar luas di seluruh Eropa, Asia Tengah dan tenggara, Amerika Utara dan timur laut Amerika Selatan Selatan hingga Ekuador, dan juga ditemukan di Australia yang mana mungkin spesies itu diperkenalkan disana untuk pertama kali. Tumbuhan ini adalah tanaman dari rawa-rawa dan kolam-kolam alami yang kecil.

Eleocharis acicularis adalah spikesedge tahunan dengan bentuk panjang, mirip rumput paku yang halus dengan tinggi batang sekitar 15 cm, dan akan lebih pendek dalam kondisi rawa, dari rimpang yang merayap. Di air dangkal akan tumbuh pendek dengan bunga kecil diantara cabang daun. Bunga-bunganya kecil kurang dari 5 milimeter.

Eleocharis acicularis dijual secara komersial sebagai tanaman aquascape karena cocok untuk dimasukkan dalam lingkungan perairan buatan. Ia akan tumbuh subur dengan banyak cahaya dan konsentrasi karbon dioksida tinggi.

Untuk mendorong pertumbuhan yang cepat, gunakan banyak CO2, maka dengan cepat akan membentuk sulur untuk membentuk karpet. Di bawah cahaya rendah, pertumbuhan jauh lebih lambat, dan untuk menciptakan karpet yang tebal akan jauh lebih sulit.

Karena daun rumput halusnya yang kecil, maka tanaman karpet ini cukup baik untuk menciptakan rasa skala, dan cocok untuk akuarium kecil. Daunnya yang mudah bergoyang di bawah aliran filter, akan menciptakan gerakan natural untuk akuarium Anda. (lihat video Eleocharis acicularis)

Eleocharis acicularis

Eleocharis acicularis / spikesedge / needle spikerush


Demikianlah lima tanaman karpet untuk akuarium yang biasa digunakan dalam aquascape. Salah satu tipS terakhir yang berlaku untuk semua tanaman karpet adalah:

  • Pastikan pencahayaan akuarium sangat cukup, dan
  • Pastikan air akuarium bersirkulasi pada bagian bawah akuarium.

Dua anjuran itu minimal harus dilakukan, karena jika tidak, maka tanaman karpet Anda mungkin tidak akan menerima karbondioksidan (CO2) dan nutrisi yang sangat mereka butuhkan untuk dapat tumbuh dengan baik.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pencinta dan penghobi aquascape.

-= Yudiweb.wordpress.com =-

Pos ini dipublikasikan di Flora, Fauna dan Dunia Herbal dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s