Cerita Hantu Poltergeist – Ketika “Hanger” Baju Terlempar dan Jatuh

Poltergeist adalah istilah yang dalam dunia paranormal, terjadi pada suatu benda yang bisa bergerak dengan sendirinya dan tak diketahui kekuatan apa yang bisa membuat benda itu bisa bergerak, terbang, jatuh atau melayang.

Biasanya fenomena itu terjadi di negara-negara barat dan sampai saat ini di Indonesia pemberitaan tentang fenomena poltergeist sangat jarang. (wikipedia).

Dalam dunia metafisik atau aktifitas paranormal (paranormal activities), jika ada fenomena berupa titik yang bisa terbang menyala istilah namanya adalah Orbs, jika sudah berupa wujud asap istilah namanya adalah Exoplasma, sedangkan jika sudah bisa membuat suatu benda bergerak, istilah namanya adalah Poltergeist.

Lokasi dekat Tempat Pemakaman Umum

Peristiwa aktivitas paranormal yang saya alami secara pribadi ini terjadi ketika sedang berada di rumah seorang teman yang tak jauh dari kuburan TPU Petamburan pada dini hari Sabtu 23 Agustus 2014 lalu.

Jarak antara rumah teman dengan TPU itu sangat dekat, hanya dibatasi pagar beton sebagai pembatas antara jalanan di depan rumahnya dan TPU Petamburan, atau jaraknya hanya sekitar 5-7 meter saja.

Rumah teman ini sering saya datangi selama puluhan tahun lamanya. Walau dekat TPU tapi selama puluhan tahun, secara pribadi, tak pernah terjadi aktifitas paranormal apapun disana. Bahkan untuk membuat secangkir kopi sendirian didapur yang berada dilantai bawah pada tengah malam pun tak pernah terbesit kesan angker disana.

Rumah yang biasa untuk ngumpul bareng dengan teman-teman sejak kecil ini bertingkat dua lantai. Dan biasanya kami ngobrol bersama dikamar atas bagian depan yang pandangannya bisa langsung ke jalanan depan rumah, bahkan ke kuburan.

Dari tangga atas, untuk masuk ke dalam kamar, ada koridor disamping kiri kamar menuju ke arah depan, lalu berbelok ke kanan persis di depan kamar, lebar koridor sekitar 1,5 meter, lalu disisi kanan barulah terdapat pintu untuk masuk ke dalam kamar.

Jadi, koridor yang berada didepan kamar dapat pula dijadikan mirip balkon untuk tempat duduk-duduk. Sedangkan dibawah kamar adalah garasi mobil. Antara koridor dan pinggir pada sisi yang menghadap jalan, dibatasi oleh pagar besi setinggi perut orang dewasa.

Nah, dipagar besi inilah seperti biasa, sering digantung beberapa hanger baju doank, yang dipersiapkan untuk menjemur beberapa pakaian dipagar tersebut.

Rumah itu berada disuatu komplek pemerintahan, sangat sepi walau di siang hari, dan jalanan di depan rumah itupun sangat jarang dilalui orang apalagi mobil karena jalanan buntu. Dan ada jalanan kecil yang hanya pas satu mobil, itupun jarang dilalui karena warga yang memiliki kendaraan lebih baik memutar ke jalan yang lebih besar.

Tiga sampai empat buah hanger baju lepas, terlempar berturut-turut, lalu jatuh ke lantai

Kala itu, saya datang ke rumah teman tersebut sendirian, sekitar pukul 11:30 malam, memang sudah larut malam, maklum waktu weekend tlah tiba saaatnya ngobrol bersama, hehehe :p , jadi saat itu masih jatuh pada hari Jum’at atau malam Sabtu, 22 Agustus 2014 lalu.

Perlu dijelaskan dulu, bahwa sisi dinding kamar bagian depan yang berbatasan dengan koridor adalah kusen jendela yang sangat besar, hampir menutupi semua sisi dinding. Lengkap dengan kaca kano berlapis kawat nyamuk. Jadi, dari dalam kamar bisa melihat langsung kearah luar atau ke depan rumah, atap garasi, jalanan, bahkan kuburan.

Sisi bagian dalam kusen, selain berkawat nyamuk juga dilengkapi dengan curtain atau bisa disebut korden, berupa kain panjang yang berguna untuk dapat menutupi seluruh jendela dengan cara menggeser curtain.

Jika sedang berada di dalam kamar dan menghadap kearah depan, pintu masuk kamar ada di sisi depan bagian pojok kanan. Dari sanalah saya masuk ke dalam kamar itu.

Pada saat itu hanya ada seorang teman didalam kamar itu, sedang menonton TV. Dan saya masuk lalu duduk dilantai, persis disamping kusen berkawat nyamuk tapi dekat dengan pintu masuk.

Walau ada AC namun gak perlu dinyalain, karena kami sdang merokok dan kaca nako memang dibuka agar membuat kamar menjadi sejuk. Celakanya, kenapa korden pada saat itu hanya dibuka setengah, mungkin sudah takdir saya, hehehe.

Jadi teman yang lain itu gak bisa melihat ke arah luar jendela besar itu karena ada kain korden yang tebal, sedangkan saya ada disisi tanpa korden dan bisa melihat tak hanya jalanan depan rumah namun angle mata saya sangat lebar, sampai dapat melihat beberapa hanger baju yang menggantung di pagar kodidor atau balkon depan kamar.

Waktu berlanjut ke hari Sabtu dini hari, sekitar pukul 1:30 an. Suasana sangat sepi, di depan rumah lampu jalanan agak jauh membuat cahaya menjadi redup, namun lampu diatas koridor cukup terang.

Pada saat enak-enak ngobrol, tiba-tiba sebuah hanger baju yang sedang digantung diluar, yaitu dipagar koridor, terpental ke arah belakang alias terpental ke arah kusen kamar. Namun hanger baju itu mengenai bagian tembok sisi luar kamar. Prak! Hanger baju itu terpental lalu jatuh ke lantai koridor.

Saya pun menengok keluar dan melihat sisa beberapa hanger baju yang masih tergantung. Belum sempat beralih pandangan mata, persis didepan mata saya, sebuah hanger baju terpental lagi dengan arah yang sama dan jatuh ke lantai yang sama pula. Prak! Saya pun terpukau.

Belum terbesit di pikiran fenomena apa itu, pada detik berikutnya sebuah hanger baju terpental lagi, dan jatuh dilantai yang sama pula. Prak!

Lalu satu hanger baju terpental lagi dari gantungannya. Prak! Tanpa ada angin dan tanpa ada seorang pun diluar, ke empat hanger baju telah tergeletak di lantai koridor.

Jadi, jika dalam waktu yang sesungguhnya, kejadian itu sangat cepat, prak! Saya menengok, dan terlihat hanger baju itu terpental lalu jatuh ke lantai. Lalu lagi, prak… prak… prak! Hanya dalam tempo sekian detik, ke empat hanger baju sudah tergeletak dilantai, tanpa ada apapun dan siapapun! Waduuuuh!

Teman saya juga ikut mendengar namun tak dapat melihat hanger-hanger baju yang terpental itu, karena hanger baju yang tergantung terhalang oleh korden kamar yang menutupi hanya setengah kusen.

Ia pun bertanya, “Apaan tuh? Kucing ya?” tanyanya.

Spontan saya pun menyahut dengan suara lemah, “Iya..” sambil terus melirik keluar kamar  dan berfikir bahwa mungkin kucing yang berbuat begitu, namun diluar tak ada apapun dan siapapun, sangat sunyi.

Teman saya pun berkata,”Iya tuh kucing, kebiasaan, kadang dia juga suka pup sembarangan diatas awning garasi.”

Fenomena yang dalam dunia paranormal activities biasa disebut Poltergeist ini membuat saya terus berfikir, namun tetap berusaha untuk bertingkah laku biasa saja walau bulu kuduk dibelakang leher sudah mulai meringding, hiiiiiiiii…

“Dasar kampret”, saya ngedumel dalam hati. Lalu saya pun pindah posisi, tiduran diatas kasur agar pandangan kearah luar kamar terhalang oleh korden yang sisanya masih tergerai, agar saya tak dapat melihat ke arah luar kamar.

Sekitar 10 menit kemudian, teman saya mengajak ke dapur dilantai bawah untuk membuat kopi. Saya pun mengiyakan, karena ingin juga melihat hanger-hanger baju yang telah jatuh tergeletak dilantai koridor, diluar kamar itu.

Benar saja, keempat hanger baju sudah tergeletak dilantai koridor, sedangkan sisanya masih menggantung di pagar koridor.

Teman saya yang melihat hanger-hanger baju yang telah jatuh dan berada diatas lantai itupun berkata, “Iseng banget tuh kucing,” sambil menyingkirkan hanger-hanger baju yang telah jatuh tergeletak dilantai dengan kakinya, agar tak diinjak. Lalu kami berdua turun ke lantai bawah, menuju dapur untuk membuat kopi.

Setelah naik lagi ke kamar atas, sambil nonton TV, obrolan pun berlanjut tanpa menyinggung fenomena paranatural yang telah terjadi tersebut ke teman saya. Pengalaman aneh tapi nyata itu akan saya kenang, karena sangat unik. Lagi pula fenomena ini biasanya hanya bisa kita lihat di film, atau baca dari artikel.

Jam telah lewat dari pukul dua dini hari, lewat sepuluh menit. Saya pun pamit pulang dengan motor yang saya parkir di dalam garasi dibawah. Dan tentunya, saya ke garasi sambil ditemani teman saya, hehehehe… :p

Dasar kam pa ret!!

hanger baju

Jakarta, Minggu 24 Agustus 2014, pukul 4:34 sore.

***

yudiweb.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s